Reorientasi Metode Dakwah Untuk Generasi Milenial Perspektif Komunikasi Islami
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi reorientasi metode dakwah yang relevan bagi generasi milenial dengan menggunakan perspektif komunikasi Islami. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, wawancara mendalam dengan da’i muda, dan analisis konten media sosial yang digunakan untuk dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial membutuhkan metode dakwah yang bersifat interaktif, relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan memanfaatkan teknologi digital. Prinsip komunikasi Islami, seperti hikmah, mau’izhah hasanah, dan mujadalah bil ahsan, terbukti efektif dalam menyampaikan pesan dakwah kepada generasi ini. Media sosial, khususnya Instagram, YouTube, dan TikTok, menjadi platform utama yang mampu menjangkau audiens secara luas dengan format yang menarik seperti video pendek, infografis, dan podcast. Kolaborasi dengan influencer Muslim juga meningkatkan daya tarik dakwah di kalangan milenial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reorientasi metode dakwah berbasis komunikasi Islami dapat meningkatkan penerimaan dan pemahaman pesan-pesan Islami oleh generasi milenial.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahmad, H. (2019). Dakwah Kontemporer: Metode dan Tantangan di Era Digital. (Jakarta: Kencana).
Anwar, S. (2021). Komunikasi Islam: Teori dan Praktek dalam Konteks Modern. (Bandung: Remaja Rosdakarya).
Azis, M. (2020). Generasi Milenial dan Dakwah Digital: Potensi dan Strategi. (Jakarta: RajaGrafindo).
Bakri, S. (2018). Komunikasi Dakwah dalam Perspektif Islam. (Malang: UMM Press).
Hamzah, T. (2023). Pengaruh Media Sosial terhadap Dakwah di Kalangan Milenial. Jurnal Dakwah Modern, 8(2), 112-125.
Hidayat, N. (2019). Komunikasi Dakwah dalam Era Globalisasi. (Jakarta: Prenadamedia Group).
Kurniawan, D. (2020). Dakwah dan Media Sosial: Pengaruh Digitalisasi terhadap Penyebaran Islam. Jurnal Komunikasi, 7(3), 210-223.
Maulana, A. (2021). Peran Influencer dalam Dakwah Islam: Studi Kasus di Instagram dan YouTube. Jurnal Media dan Komunikasi, 12(2), 35-48.
Mubarok, F. (2018). Etika Komunikasi dalam Dakwah Islam. (Yogyakarta: Graha Ilmu).
Munir, R. (2022). Generasi Milenial dan Dakwah Digital: Analisis Tren Konten Dakwah di Media Sosial. Jurnal Studi Islam, 9(4), 70-84.
Sari, L. (2019). Dakwah Interaktif: Membangun Dialog dalam Komunikasi Islam. Jurnal Komunikasi, 8(2), 97-109.
Siregar, R. (2023). Tantangan Dakwah Digital di Kalangan Milenial: Studi Kasus di Indonesia. Jurnal Dakwah Islamiyah, 14(3), 112-125.
Subhan, A. (2022). Pemanfaatan Teknologi dalam Dakwah Islam di Media Sosial. (Yogyakarta: LKiS).
Muhammad Saleh & Wirdatul Jannah. “KOMUNIKASI ISLAMI DALAM REPRESENTASI KELUARGA (Analisis Semiotika Pada Film Keluarga Cemara).” AT-TABAYYUNJournal Islamic Studies 6, no. 1 (2024): 102–13. https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/attabayyun/index.
Oknita. “FENOMENA NOMOPHOBIA DALAM PERSFEKTIF ALQURAN” 1 (2022): 1–3.
Rahmah, Noratur, Sayyid Afif, Muhammad Saleh, Nurkhofifah Nurkhofifah, Neiva Zaida, Hasanah Saragih, and Haidar Sidqan Alkhalid. “Efektifitas Konten Edukasi Keislaman Di Platform Media Sosial : Analisis Resepsi Khalayak Generasi Z.” Https://Journal.Staiypiqbaubau.Ac.Id/Index.Php/Tabsyir/Article/View/2049 6 (2025): 59059.
Restiviani, Yuliana. “PROSES PEMBENTUKAN SALING PENGERTIAN PADA JIWA KOMUNIKATOR DALAM KOMUNIKASI ISLAM.” Enlekturer 1, no. 1 (2023): 37–52. https://journal.enliinstitute.com/index.php/ENLEKTURER%0APROSES.