Perayaan Maulid Nabi Sebagai Komoditi Studi Kasus Desa Bongo Kecamatan Batoda Pantai Kabupaten Gorontalo

Main Article Content

Yusril Alinggahe

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat perayaan maulid nabi sebagai komoditi yang dilakukan oleh masyarakat gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penenlitian ini adalah masyarakat dalam mengingat kelahiran nabi dengan melakukan perayaan maulid nabi yang dilakukan didesa bongo yang menjadi tempat pariwisata oleh banyak orang. Maulid nabi merupakan perayaan yang dilakukan oleh masyarakat gorontalo khususnya desa bongo dan memiliki makna sebagai peringatan nabi yang selalu semangat dalam menjalankan syariat islam. Sehingga akan menimbulkan kecintaan kita sebagai umat muslim kepada nabi dan selalu senantiasa menjalankan syariat islam, Namun kenyataanya didesa bongo dimanfaatkan menjadi tempat pariwisata untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat

Article Details

How to Cite
Alinggahe, Y. (2024). Perayaan Maulid Nabi Sebagai Komoditi: Studi Kasus Desa Bongo Kecamatan Batoda Pantai Kabupaten Gorontalo. ENLEKTURER: Journal of Islamic Studies, 2(2), 132–147. https://doi.org/10.71036/ejis.v2i2.322
Section
Articles

References

A.W. Munawwir. (1984) Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Progressif )

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. (2003) Fatwa Kontemporer (Media Hidayah), 215

hasan Aedy. (2011) Teori dan Aplikasi Etika Bisnis Islam, (Bandung: Alfabeta), h. 3-4

Juhaya S. Pradja, (2011) Ekonomi Syariah, (Bandung: Pustaka Setia), h. 134.

Toto Sucipto & Julianus Limbeng, (2007) Studi tentang Religi Masyarakat Baduy di Desa Kanekes Provinsi Banten, (Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata), h. 5

Tedi Sutardi, (2007) Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya untuk Kelas XII, (Bandung: Setia Purna Inves), h. 22

Lexy J. Moleong, (2001) Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya) Hal. 3

Mathew B. Milles dan Michel Huberman, (1992) Metode Baru,(Jakarta:UIpress). hal.15

Sztompka, Piötr. 2014. Sosiologi Perubahan Sosial (Penerjemah: Alimandan). Jakarta: Prenada

jurnal

Abdurrahman Navis, “AULA” Majalah Nahdhatul Ulama (No.03 Tahun XXXI Maret 2009) 79-80

Soebagyo. (2012) Strategi Pengembangan Pariwisata di Indonesia. Jurnal Liquidity. Vol. 1, h. 154.

Auliyaur Rohman & Moh. Qudsi Fauzi. (2016) “Dampak Ekonomi Terhadap Pendapatan Pedagang Kios di Kawasan Wisata Religi Makam Sunan Drajat Lamongan”. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan. Vol. 3. h.117.

Moch. Chotib. (2000) “Wisata Religi di Kabupaten Jember”, Jurnal Fenomena, Vol. 14, 2015, hh. 412-413. Yang dikutip dari Abuddin Nata, Pemikiran Para Tokoh tentang Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada), h. 21.

Khairunnisa, dkk. (2019) Perubahan makna perayaan maulid nabi muhammad SAW bagi masyarakat keluarahan dasan agung kecamatan selaparangan kota mataram. Resiprokal vol. 1, no. 1 juni hlm. 67-73

Moh. Karmin baruadi. (2014) tradisi sastra dikili dalam pelaksanaan upacara adat maulidan di gorontalo. El harakah vol. 16, no, 1 tahun

Yumanraya noho. (2014) Kapasitas pengelolaan desa wisata religiuns bongo kabupaten gorontalo. Jurnal nasional pariwisata ISSN 1411-9862 Vol. 6, No. 1 April